PCNU Kabupaten Pekalongan: Institut Teknologi Sains NU untuk Penguatan Aswaja

Published by admin on

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan KH Muslih Khudlori mengatakan, kehadiran Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) di Kabupaten Pekalongan selain untuk memenuhi generasi muda yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi juga sebagai wadah penguatan ajaran ahlussunnah wal jamaah (aswaja).

“ITSNU hadir untuk memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas.oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dorongan dan motivasi semua pihak sehingga apa yang menjadi cita-cita dan pelaksanaan program pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan bisa terlaksana dan diresmikan,” ujarnya.    Hal itu disampaikan Kiai Muslih pada acara peresmian gedung ITSNU Kabupaten Pekalongan di Jalan Raya Karangjompo, Bebekan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/12).   Dirinya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada PBNU, Prof Nasir yang telah memberikan dorongan dan motivasi yang kuat. Selanjutnya kepada Bupati Asip Kholbihi yang mana lewat perannya APBD 6 miliar disisihkan sebagai dana suntikan awal untuk pembangunan gedung ITSNU.   “Terima kasih juga kepada seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang se-Jateng yang banyak memberikan pemikiran-pemikirannya serta doa,” lanjutnya.

KH Muslih Khudlori juga menyampaikan kondisi mahasiswa ITSNU sejumlah 374, terdiri prodi teknologi computer, Teknologi  Informasi,  dan Teknologi industry dan Fisika.   “Mudah-mudahan ITSNU yang akan diresmikan pagi ini dan Politeknik Usmanu, kami berharap kepada masyarakat, doakan dua perguruan tinggi ini sebagai cikal bakal universitas yang menggodok SDM-SDM ala ahlussunnah wal jamaah sebagai benteng pertahanan untuk penguatan akidah aswaja,” harapnya.

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mengajak kaum nahdiyin untuk lebih bekerja keras mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan masih dibawah rata-rata provinsi Jawa Tengah. Salah satu faktor untuk mendorong tingkat pertumbuhan IPM, menurut Bupati Asip adalah dengan berdirinya Perguruan Tinggi.    “Insyaallah dengan banyaknya perguruan tinggi, dengan ikhtiar kita, mendekatkan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan kemudian sinergi dengan program dari pemerintah pusat, maka kesempatan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk berkuliah sangat terbuka lebar,” ujarnya.   Kepada NU Online, Kamis (24/12) Bupati Pekalongan menyampaikan,  atas seluruh kegiatan yang dilakukan oleh PCNU, Pemkab memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya disertai doa semoga tetap berjalan dengan baik, tetap menjalankan mandat untuk bersama-sama dengan pemerintah mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan yang paling penting membekali generasi muda dengsn ilmu serta paham akidah yang kuat.

“Kami berharap kerja sama yang erat antara PCNU dengan pemerintah menjadi kata kunci agar kita bisa melakukan upaya meminimalisir perkembangan paham–paham di luar paham ahlussunnah wal jamaah,” pungkasnya.   Hadir dalam acara peresmian beberapa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Katib Syuriah KH Mujib Qulyubi, Prof HM Nasir (Mantan Menristek Dikti), Rais PWNU KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua PWNU KH Muzamil, dan puluhan undangan lainnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/125528/pcnu-kabupaten-pekalongan–institut-teknologi-sains-nu-untuk-penguatan-aswaja

Categories: AgendaBerita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon Maaf, tidak boleh klik kanan, content ini terlindungi !!