Kolaborasi Perguruan Tinggi NU dan IDN Percepat Digitalisasi Kampus

Published by admin on

Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU dalam rakornas di Pekalongan (22/12), mencanangkan percepatan digitalisasi dalam rangka mengikuti arus kemajuan teknologi dan era revolusi industri 4.0. Terlebih, pandemi global saat ini juga turut mendorong lembaga pendidikan untuk dapat dengan cepat melakukan adopsi dan adaptasi digital pada sistem pendidikan, salah satunya penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Guna menjawab tantangan tersebut, LPTNU bermitra dengan Infradigital, startup teknologi bidang edukasi dan finasial, untuk dapat memulai percepatan digitalisasi. Infradigital merupakan startup yang telah membantu lembaga pendidikan dalam penerapan digitalisasi melalui produk Jaringan IDN. Layanan digitalisasi diberikan Infradigital meliputi pembayaran daring, Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) daring, Sistem Informasi Akademik (Siakad), hingga Learning Management System (LMS) yang dapat membantu dalam melakukan pembelajaran daring dengan tampilan ramah pengguna.

Digitalisasi LPTNU
Prof. Mohammad Nasir, MenristekDikti periode 2014-2019 dan Ketua LPTNU mengungkapkan, “PTNU dalam menghadapi era revolusi teknologi 4.0 secara bertahap sedang membangun e-campus atau e-learning.” “Harus ada satu platform di bawah NU yaitu Learning Management System (LMS) yang merupakan digital platform yang dapat diisi seluruh perguruan tinggi NU di dalamnya,” tegas Prof. Nasir. Ia berharap resource hiring dan quality nantinya akan dapat meningkat dengan adanya platform ini, termasuk akreditasi. Selain itu, Sistem Informasi Akademik juga menjadi fokus percepatan digitalisasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat melengkapi dan memaksimalkan sistem pendidikan yang dimiliki LPTNU. Ian McKenna, CEO Infradigital menjelaskan, “kerjasama kami bertujuan untuk melengkapi dan mempercepat digitalisasi di PTNU, khususnya dalam LMS dan Sistem Informasi Akademik.” “Semua itu akan kami mulai dari pemetaan digitalisasi di tiap PTNU untuk menemukan layanan digitalisasi yang sesuai dan dapat melengkapi digitalisasi di tiap Perguruan Tinggi Nadhatul Ulama. Kami merasa terhormat dan senang untuk menjadi bagian dari proses ini,” jelasnya. Adanya percepatan digitalisasi kampus ini juga diharapkan dapat membantu Kemendikbud pada strategi Kampus Merdeka. Prof. Nizam, Dirjen Dikti Kemendikbud, menjelaskan Kebijakan Kampus Merdeka merupakan upaya menjadikan perguruan tinggi untuk agile. Artinya, perguruan tinggi didorong mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan yang sangat dinamis. Adaptasi kampus dengan kebutuhan masa depan di dukung dengan kebutuhan masyarakat dan industri sehingga dapat menjadi langkah dalam peningkatan kualitas dan mutu kampus. “Ke depannya diharapkan PTNU dapat masuk ke ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik dengan mahasiswa yang menguasai bidang teknologi”, ucap Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Source : http://edukasi.kompas.com

Categories: BeritaPengumuman

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Mohon Maaf, tidak boleh klik kanan, content ini terlindungi !!